Badan Kurus Dianggap Lebih Sehat, Yakin?
Oleh 01 November 2018

Badan Kurus Dianggap Lebih Sehat, Yakin?

Banyak orang terobsesi menjadi kurus seperti model. Padahal, badan kurus bukanlah jaminan tubuh sehat. Kenapa? Simak penjelasannya lengkapnya di sini.

Tubuh kurus sering dijadikan patokan untuk memperoleh tubuh yang (katanya) sehat dan postur yang ideal. Padahal, tubuh kurus bukan berarti menandakan kondisi tubuh yang lebih sehat.

Jika Anda memang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, menurunkan berat badan ke ukuran ideal tentu sangat disarankan. Namun, jika Anda sudah memiliki berat badan yang tergolong ideal, menurunkan berat badan agar terlihat lebih kurus dapat menyebabkan underweight (berat badan kurang). Hal ini justru memiliki lebih banyak risiko kesehatan.

Ini alasan kenapa bukan kurus bukanlah jaminan tubuh sehat

Mengingat tidak sedikit orang yang melakukan berbagai cara agar tubuh menjadi (lebih) kurus, apalagi dengan berbagai program diet yang tidak diawasi dokter atau ahli gizi, penting untuk mengetahui berbagai risiko kesehatan akibat tubuh kurus. Apa saja, sih, risikonya?

 

  1. Risiko malnutrisi hingga anemia

Ada kecurigaan bahwa pemilik tubuh kurus atau berat badan kurang, mengalami kekurangan nutrisi atau malnutrisi akan berdampak lebih lanjut terhadap kebugaran, fokus, serta berbagai fungsi organ tubuh.

Untuk dapat berfungsi sempurna, sistem organ di tubuh harus didukung oleh berbagai sumber nutrisi. Maka dari itu, Anda selalu disarankan untuk mengonsumsi makanan secara seimbang. Karbohidrat, lemak, protein, serta berbagai jenis vitamin dan mineral hanya dapat diperoleh dari bermacam-macam sumber makanan.

Apa jadinya bila asupan makanan seseorang terbatas dan hanya itu-itu saja? Sudah pasti akan terdapat risiko kekurangan gizi.

Salah satu mineral yang tidak diproduksi tubuh adalah zat besi. Seseorang yang mengalami malnutrisi, sering kali terjadi kekurangan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Jika terjadi kekurangan zat besi, maka anemia bisa terjadi.

Anemia adalah kekurangan hemoglobin dalam sel darah merah. Akibatnya, pengantaran oksigen ke seluruh jaringan tubuh akan terganggu. Pusing, lemas, lesu, pandangan berkunang-kunang, sulit berkonsentrasi, serta pucat adalah gejala-gejala penderita anemia.

 

  1. Terdapat risiko defisiensi vitamin

Bila Anda menjalani diet bebas atau rendah lemak secara ekstrem, wajar jika berat badan menyusut. Namun, perlu diketahui bahwa peran lemak tidaklah selalu antagonis. Faktanya, tubuh membutuhkan lemak. Lemak yang didapat dari makanan dapat membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.

Jika tubuh seseorang tidak memiliki atau hanya punya sedikit lemak, maka jumlah keempat vitamin yang disebutkan di atas akan berkurang. Keempat vitamin tersebut memiliki peran penting, yang singkatnya adalah sebagai berikut:

  • Vitamin A: fungsi penglihatan dan regenerasi kulit
  • Vitamin D: kekuatan tulang
  • Vitamin E: imunitas tubuh
  • Vitamin K: pembekuan darah

 

  1. Rentan mengalami osteoporosis

Kurangnya asupan makanan yang cukup dan seimbang adalah penyebab tubuh kurus atau underweight, yang lalu dapat berujung pada kurangnya asupan beberapa zat gizi. Selain vitamin D, asupan kalsium juga dapat terganggu.

Sumber kalsium utama adalah susu dan produk olahannya seperti keju dan yoghurt—yang sering kali dihindari saat seseorang sedang diet. Jika jumlah vitamin D dan kalsium dalam tubuh tak mencukupi, maka tulang rentan mengalami pengeroposan.

 

  1. Penurunan fungsi imunitas

Terdapat sebuah penelitian yang menemukan kaitan antara peningkatan risiko infeksi dan berat badan kurang. Salah satu penyebabnya adalah kondisi malnutrisi yang bisa berujung pada kurangnya zat-zat yang penting untuk sistem imunitas. Jika sistem imunitas terganggu, maka daya tubuh pun menjadi rendah dan Anda jadi mudah terserang penyakit.

 

  1. Risiko gangguan menstruasi dan kesuburan

Wanita dengan berat badan rendah atau kurus memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami amenore (tidak mengalami siklus haid). Gangguan siklus menstruasi lain juga bisa terjadi akibat dari ketidakseimbangan hormon.

Jika Anda mendambakan anak, tubuh yang terlalu kurus bisa menjadi penghalang ovulasi. Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur, untuk kemudian dibuahi sperma bila ingin terjadi kehamilan. Tanpa ovulasi yang normal, maka akan timbul masalah infertilitas.

Sekali lagi, badan kurus bukanlah jaminan tubuh yang lebih sehat. Faktanya, berbagai risiko kesehatan bisa muncul akibat tubuh yang terlalu kurus. Jika ingin lebih bugar, tanamkan pola pikir bahwa penampilan bukanlah segalanya, tapi lebih pada ukuran yang ideal. Bila ingin menurunkan berat badan, targetkan sesuai perhitungan indeks massa tubuh. Berkonsultasi dengan ahli gizi sangat dianjurkan agar program penurunan berat badan bisa berhasil sesuai profil tubuh.


Article & product discussion / comment